Bagaimana caranya?
Assalammu'alaikum Sahabat Hubbu...
Ok. Aku mau bercerita tentang kejadian yang hari ini aku rasakan. Sesuatu yang mungkin tidak aku saja yang menginginkannya. Tetapi, pasti Sahabat Hubbu juga begitu, bahkan mungkin juga mendambakannya.
Awal semua itu terjadi, karena percakapan dari seorang sahabatku yang baru saja dikaruniai seorang anak *Alhamdulillah. Beliau menelfonku dan meminta maaf karena telat mengucapkan "Barakallah Fii Umrik".
"Lin, maaf ya aku telat ngucapin milad untukmu. Biasalah, Hp soalnya sama suamiku. Berapa umurmu sekarang Lin?"
"Alhamdulillah, nggak apa-apa Cah. Yang penting doanya. Umur aku, masih muda kok Cah 24!"
"Ya Ampun, udah 24 aja umurmu Lin. Ye, muda apaan! udah tua iya mah. Udah pas tu untuk Nikah!"
"Nikah terus mu suruh Cah! Umur 23 kemarin, mu suruh nikah juga. Sekarang, nyuruh nikah juga."
"Terus, mu mau kalau anakku udah bisa ngomong terus jumpa sama mu dan dia panggil ante samamu. Terus nanya oomnya mana, Nte? Nggak nyesekmu?"
"Ya Allah, umur 25 juga aku-nya. Anakmu juga belum bisa nanya gitu! Alah, ngomongmu modus doang Cha."
"Ye bukan modus. Tapi, ngingatin aja. Jangan kelaman ngejomblo!"
"Ya elah, tau juga sahabatnya ini kelamaan nge-jomblo. Bukan di doain malah di sudutin."
"Hahaha... Astaghfirullah. Maaf Lin, habis mu sih. Diantara kita ber2 mu yang belum nikah. Makanya, aku ngomong gitu!"
Ok. Percakapannya sebenarnya panjang banget, ini baru separuhnya. Inti dari percakapan diatas.....
Jadilah sahabat yang pengertian. Denganmu, dia merasa nyaman dan terbuka. Jangan menjadi sahabat yang selalu mendeksriminankan perasaan sahabatnya. Dan, kalau sahabat masih nge-jomblo jangan di modusin tapi di doain. || Tapi, kamu juga yang di bilang jomblo jangan cepat kesal. Ya, mana tahu kamu lupa karena kelamaan nge-jomblo. Jadi, tugas sahabat untuk mengingatkan *bahaya juga kalau nge-jomblonya kelamaan bisa-bisa amnesia stadium 4 #abaikan Nah, sampailah pada percakapan yang membuat aku pribadi selalu berpikir "bagaimana caranya?"
"Lin, mu tahu nggak kisah romantis romeo dan juliet?"
"Waktu sekolah dulu, anak-anak sering cerita tentang kisah itu cuma aku nggak ngeh sama kisah yang begituan. Memangnya kenapa?"
"Ooo, aku kira kamu tahu, Lin. Alhamdulillah, semenjak menikah aku selalu di ceritakan sama suamiku tentang kisah romantis dalam islam. Pokoknya, kalah deh Lin sama kisah si romeo dan juliet."
"Wetz, mantap tu suamimu Cha. Mungkin, dia mau istrinya menjadi istri yang shalehah. Ya kan? Boleh deh, mu ceritakan ke aku Cha. Ya mana tahu bisa memotivasiku untuk mantap nge-jomblo!"
"Ya Allah, kirain biar termotivasi untuk mantap menikah. Tapi, malah mantap nge-jomblo! Gimana sih kamu Lin?"
"Maksudnya, mantap nge-jomblo sampai dihalalin gitu Cha."
"Hahaha.... astaghfirullah. Maaf Lin. Aamiin Ya Allah. Ok aku ceritain ya....!"
"Kisah romantis dari Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan istrinya Khadijah. Ternyata, sebelum Beliau menikah dengan Khadijah, Beliau telah lebih dulu memendam perasaan dengan Khadijah. Lalu, datanglah seorang sahabat Khadijah yang bernama Nafisah binti Munia. Dia menanyakan, "Apakah Rasulullah bersedia menikahi Khadijah?" Dan, akhirnya Rasulullah menikahi Khadijah. Kehidupan keluarga mereka Samawaraa (Sakinah, Mawadah warahmah) dan penuh keharmonisan. Tapi, saat sang istri meninggal Rasulullah sangat bersedih dan harus merelakan istri kesayangannya pergi untuk selama-lamanya. Setelah setahun sang istri wafat, tibalah seorang sahahabiyah menemui Rasulullah. Dan, menanyakan mengapa Rasulullah tidak menikah? dan, Rasulullah menjawab,"Masih adakah orang lain setelah Khadijah?" Kalau, bukan karena perintahnya Allah Ta'ala, mungkin saja Rasulullah tidak menikah lagi karena ketulusannya mencintai Khadijah Radhiallahu anha.
*Maaf kalau ada yang tahu kisah ini, tapi dalam penulisan ada yang kurang. Aku minta maaf ya soalnya sedikit lupa


Posting Komentar
0 Komentar